Musafir dalam menuntut ilmu, ranjau dan lembah pasti diharungi agar dapat redha Ilahi. Tegur dan sapalah saya andai salah bicara.
Wednesday, January 12, 2011
Buruk Sangka Vs Baik Sangka, Apa pilihan anda?
Manusia hari ini suka bersangka-sangka
Ada sangkaan baik
Ada sangkaan buruk
Orang beribadah, disangka riak
Orang yang relax, disangka malas
Orang yang pakai baju baru, disangka menunjuk
Orang yang pakai baju buruk, disangka zuhud (hina)
Orang makan banyak, disangka pelahap
Orang makan sikit, disangka kedekut
Orang baik, disangka buruk
Orang buruk, disangka baik
Orang senyum, disangka mengejek
Orang masam, disangka merajuk
Orang bermuzakarah, disangka mengumpat
Orang diam, disangka sombong
Orang menawan, disangka pakai susuk
Orang nampak ceria, disangka berlakon saja
mana tahu, yang diam itu kerana berzikir kepada Allah?
mana tahu, yang senyum itu kerana bersedekah?
mana tahu, yang masam itu kerana mengenangkan dosa?
mana tahu, yang menawan itu kerana bersih hati dan mindanya?
mana tahu, yang ceria itu kerana cergas cerdasnya?
Jauhi sikap suka bersangka-sangka
kerana ia bakal memusnahkan ukhwah
seperti musnah nya kayu dimakan api.
Satu benda yang kita lihat,
macam-macam kesimpulan yang boleh kita buat.
Apabila memandang keluar tingkap,
Ada orang melihat pokok,
Ada orang melihat awan,
Ada orang melihat jalan,
Ada orang melihat burung berterbangan dan macam-macam lagi,
Sedangkan semua orang melihat melalui tingkap yang sama.
Kesimpulannya,
semuanya bergantung bagaimana kita melihatnya.
Positif yang dilihat, maka positif yang kita dapat.
Sebaliknya, kalau negatif yang ditengok, maka negatif lah jadinya.
Mari kita sama-sama betulkan penglihatan kita.
Berbaik sangka lah dengan sesama kita.
KLIK Untuk Baca Selanjutnya...
Ada sangkaan baik
Ada sangkaan buruk
Orang beribadah, disangka riak
Orang yang relax, disangka malas
Orang yang pakai baju baru, disangka menunjuk
Orang yang pakai baju buruk, disangka zuhud (hina)
Orang makan banyak, disangka pelahap
Orang makan sikit, disangka kedekut
Orang baik, disangka buruk
Orang buruk, disangka baik
Orang senyum, disangka mengejek
Orang masam, disangka merajuk
Orang bermuzakarah, disangka mengumpat
Orang diam, disangka sombong
Orang menawan, disangka pakai susuk
Orang nampak ceria, disangka berlakon saja
mana tahu, yang diam itu kerana berzikir kepada Allah?
mana tahu, yang senyum itu kerana bersedekah?
mana tahu, yang masam itu kerana mengenangkan dosa?
mana tahu, yang menawan itu kerana bersih hati dan mindanya?
mana tahu, yang ceria itu kerana cergas cerdasnya?
Jauhi sikap suka bersangka-sangka
kerana ia bakal memusnahkan ukhwah
seperti musnah nya kayu dimakan api.
Satu benda yang kita lihat,
macam-macam kesimpulan yang boleh kita buat.
Apabila memandang keluar tingkap,
Ada orang melihat pokok,
Ada orang melihat awan,
Ada orang melihat jalan,
Ada orang melihat burung berterbangan dan macam-macam lagi,
Sedangkan semua orang melihat melalui tingkap yang sama.
Kesimpulannya,
semuanya bergantung bagaimana kita melihatnya.
Positif yang dilihat, maka positif yang kita dapat.
Sebaliknya, kalau negatif yang ditengok, maka negatif lah jadinya.
Mari kita sama-sama betulkan penglihatan kita.
Berbaik sangka lah dengan sesama kita.
KLIK Untuk Baca Selanjutnya...
Sunday, January 9, 2011
10 Pesan Rasulullah
Ada sepuluh pesan Rasulullah saw yang mengajarkan kita praktis mengusir iblis dan bala tentaranya jika menyerang kita dengan rayuan-rayuan yang menyebabkan kita terjerumus kedalam jurang kehinaan tanpa kita sadari dengan memanfaatkan titik kelemahan kita . Mari kita memperhatikan pesan-pesan kenabian tersebut yang tertuang dalam bentuk dialog antara manusia dan setan ;
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Anakmu mati”. Katakan kepadanya: “Sesengguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku (putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku gembira”.
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Hartamu musnah”.Katakan kepadanya: “Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat”.
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorang pun”.Maka, katakan kepadanya :”Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan ( Mukhsinin)”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Betapa banyak kebaikanmu”, dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka ia katakan kepadanya :”Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Alangkah banyaknya shalatmu”. Maka katakan :”Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku”.
• Dan jika ia datang dan berkata :”Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang”. Maka katakan kepadanya :”Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan”.
• Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak orang yang menzalimimu”. Maka katakan kepadanya :”Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak”.
• Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak amalmu”. Maka katakan :”Betapa seringnya aku bermaksiat”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Minumlah minum-minuman keras!” Maka katakan :”Saya tidak akan mengerjakan maksiat”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Mengapa kamu tidak mencintai dunia ?” Maka katakan :”Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya”.
KLIK Untuk Baca Selanjutnya...
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Anakmu mati”. Katakan kepadanya: “Sesengguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku (putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku gembira”.
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Hartamu musnah”.Katakan kepadanya: “Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat”.
• Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorang pun”.Maka, katakan kepadanya :”Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan ( Mukhsinin)”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Betapa banyak kebaikanmu”, dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka ia katakan kepadanya :”Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Alangkah banyaknya shalatmu”. Maka katakan :”Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku”.
• Dan jika ia datang dan berkata :”Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang”. Maka katakan kepadanya :”Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan”.
• Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak orang yang menzalimimu”. Maka katakan kepadanya :”Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak”.
• Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak amalmu”. Maka katakan :”Betapa seringnya aku bermaksiat”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Minumlah minum-minuman keras!” Maka katakan :”Saya tidak akan mengerjakan maksiat”.
• Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Mengapa kamu tidak mencintai dunia ?” Maka katakan :”Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya”.
KLIK Untuk Baca Selanjutnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)